Fuzzy Logic (Model Sugeno dan Model Tsukamoto

 A. Model Sugeno

Metode Sugeno, atau bisa desebut  TSK model adalah merupakan metode yang di pelopori oleh Takagi, Sugeno dan Kang dalam upaya untuk mengembangkan pendekatan sistematis untuk menghasilkan aturan fuzzy dari dataset input-output yang diberikan. Michio Sugeno menyarankan untuk menggunakan single ton sebagai membership funtion dari rule consequent. Metode inferensi sugeno sangatlah mirip dengan metode mamdani. Sugeno hanya merubah aturan konsequennya, dia tidak menggunakan fuzzy zet, namun dia hanya menggunakan fungsi matematik pada variabel input. Tipikal fuzzy rule dari sugeno model ini adalah sebagai berikut:

IF x is A AND y is B THEN z=f(x,y)

x, y dan z merupakan variabel linguistik, sedangkan A dan B adalah fuzzy set pada anteseden, dimana z=f(x,y) merupakan konsekuen fungsi crisp. Ketika f(x,y) adalah first order polynomial, maka fuzzy inference nya disebut model first-order sugeno, yang mana merupakan original yang di ajukan oleh sugeno. Ketika f adalah konstan, maka fuzzy inference nya disebut model zero-order sugeno, yang mana dapat dilihat sebagai kasus khusus dari model sistem inferensi mamdani yang setiap aturan konsequen nya menggunakan fungsi singleton (pre-defuzzified consequent), atau juga dapat disebut special case dari model inferensi Tsukamoto, yang mana setiap aturan konsequennya merupakan membership function dari fungsi step center dari konstanta. Berikut merupakan aturan yang sering dipakai untuk model zero-order sugeno:

IF x is A AND y is B THEN z is k

Dimana k merupakan konstanta, pada kasus ini semua fuzzy rule merupakan konstanta dan semua konsequen merupakan konstanta, dan membershipnya di representasikan dengan singleton spike.

Contoh Kasus Model Sugeno:

Mengevaluasi kesehatan orang berdasarkan tinggi dan berat badannya. 

Input: Tinggi dan berat badan

Output: Kategori sehat

• sangat sehat (SS), index =0.8

• sehat (A), index =0.6

• agak sehat (AS), index =0.4

• tidak sehat (TS), index =0.2

Dalam bentuk if-then, contoh:

If sangat pendek dan sangat kurus then sangat sehat.


L2: Rules Evaluation

Contoh: Bagaimana kondisi kesehatan untuk orang dengan tinggi 161.5 cm dan berat 41 kg?

Model Fuzzy Sugeno: μsedang[161.5] = (165-161.5)/(165-160) = 0.7

Μtinggi [161.5] = (161.5-160)/(165-160) = 0.3

 

L2: Rules Evaluation

Model Fuzzy Sugeno

μsangatkurus [41] = (45-41)/(45-40) = 0.8

μkurus[41] = (41-40)/(45-40) = 0.2

L2: Rules Evaluation (4)

 Model Fuzzy Sugeno Pilih bobot minimum karena relasi AND Model Fuzzy Sugeno


L3: Defuzzification Diperoleh:

f = {TS, AS, S, SS} = {0.3, 0.7, 0.2, 0.2}


Penentuan hasil akhir, ada 2 metoda:

1. Max method: index tertinggi 0.7 hasil Agak Sehat

2. Centroid method, dengan metoda Sugeno:

Decision Index = (0.3×0.2)+(0.7×0.4)+(0.2×0.6)+(0.3×0.8) /

(0.3+0.7+0.2+0.2 = 0.4429

Crisp decision index = 0.4429

Fuzzy decision index: 75% agak sehat, 25% sehat.


 B. Model Tsukamoto

Metode Fuzzy Tsukamoto merupakan metode yang memiliki toleransi pada data dan sangat fleksibel. Kelebihan dari metode Tsukamoto yaitu bersifat intuitif dan dapat memberikan tanggapan berdasarkan informasi yang bersifat kualitatif, tidak akurat, dan ambigu. Pada metode Tsukamoto, setiap Rule direpresentasikan dengan suatu himpunan Fuzzy dengan fungsi keanggotaan yang monoton disebut dengan fuzzifikasi. Sebagai hasilnya, keluaran hasil dari tiap-tiap aturan berupa nilai tegas (crisp) berdasarkan α-predikat atau nilai minimum dari tiap Rule dan nilai z. Hasil akhirnya diperoleh dengan melakukan defuzzifikasi rata-rata berbobot

Contoh Kasus Model Tsukamoto:

Suatu perusahaan makanan kaleng akan memproduksi makanan jenis ABC. Dari data 1 bulan terakhir, permintaan terbesar mencapai 5000 kemasan/hari, dan permintaan terkecil mencapai 1000 kemasan/hari. Persediaan barang digudang terbanyak mencapai 600 kemasan/hari, dan terkecil pernah mencapai 100 kemasan/hari. Dengan segala keterbatasannya perusahaan sampai saat ini baru mampu memproduksi brang maksimum 7000 kemasan/hari, untuk efisiensi mesin dan SDm tiap hari diharapkan perusahaan memproduksi paling tidak 2000 kemasan. Berapa kemasan makanan jenis ABC yang harus diprosuksi, jika jumlah permintaan sebanyak 4000 kemasan, dan persediaan di gudang masih 300 kemasan, apabilla proses produksi perusahaan tersebut menggunakan 4 aturan fuzzy sebagai berikut:

[R1]   IF permintaan TURUN And Persediaan BANYAK, THEN Produksi Barang BERKURANG;

[R2]   IF permintaan TURUN And Persediaan SEDIKIT, THEN Produksi Barang BERKURANG;

[R3]   IF permintaan NAIK And Persediaan BANYAK, THEN Produksi Barang BERTAMBAH;

[R4]   IF permintaan TURUN And Persediaan SEDIKIT, THEN Produksi Barang BERTAMBAH

 

Solusi: Ada 3 variable fuzzy yang akan dimodelkan, yaitu:

a.       Permintaan terdiri atas 2 himpunan fuzzy, yaitu NAIK dan TURUN

Pemintaan (kemasan/hari)

µPmtTURUN [x] = {(1, x ≤ 1000), ((5000-x)/4000, 1000 ≤ x ≤ 5000), (0, x ≥ 5000)}

µPmtNAIK [x]     = {(0, x ≤ 1000), ((x -1000)/4000, 1000 ≤ x ≤ 5000), (1, x ≥ 5000)}

Nilai Keanggotaan :

µPmtTURUN (4000)  = (5000-4000)/4000 = 0.25

µPmtTURUN (4000)  = (4000-1000)/4000 = 0.75

 

b.      Persediaan,  terdiri atas 2 himpunan fuzzy, yaitu SEDIKIT dan BANYAK


Persediaan (kemasan/hari)

Nilai keanggotaan:

µPmtSEDIKIT[y]      = {(1, y ≤ 1000), ((600 – y)/500, 100 ≤ y ≤ 600), (0, y ≥ 600)}

µPmtBANYAK [y]     = {(0, y ≤ 1000), ((y-1000)/500, 100≤ y ≤ 600), (1, y ≥ 600)}

Nilai Keanggotaan :

µPmtSEDIKIT(300)  = (600-300)/500 = 0.26

µPmtBANYAK (300)  = (300-100)/500 = 0.4

 

c.       Produksi barang, terdiri atas 2 himpunan fuzzy, yaitu: BERKURANG dan BERTAMBAH

Produksi barang (kemasan/hari)

Nilai keanggotaan:

µPmtBERKURANG[z]      = {(1, z ≤ 2000), ((7000 – z)/5000, 2000 ≤ z≤ 7000), (0, z ≥ 7000)}

µPmtBERTAMBAH[z]      = {(0, z ≤ 2000), ((z-2000)/5000, 2000≤ z ≤ 7000), (1, z ≥ 7000)}


Sekarang kita cari nilai z untuk setiap aturan dengan menggunakan fungsi MIN pada aplikasi fungsi implikasinya:

[R1]   IF permintaan TURUN And Persediaan BANYAK THEN Produksi Barang BERKURANG;

α-predikat1 = µPmtTURUN | µPmtBAYAK

α-predikat1 = min ( µPmtTURUN , µPmtBANYAK )

α-predikat1  = min (0.25; 0,4)

α-predikat1  = 0.25


lihat himpunan Produksi Barang Berkurang

(7000-z)/5000=0.25 -> z1= 5750

[R2]   IF permintaan TURUN And Persediaan SEDIKIT THEN Produksi Barang BERKURANG;

α-predikat2 = µPmtTURUN  | µPmtSEDIKIT

α-predikat2 = min ( µPmtTURUN , µPmtSEDIKIT)

α-predikat2 = min (0.25; 0,6)

α-predikat2 = 0.25


lihat himpunan Produksi Barang Berkurang

(7000-z)/5000=0.25 -> z2= 5750

[R3]   IF permintaan NAIK And Persediaan BANYAK THEN Produksi Barang BERTAMBAH;

α-predikat3 = µPmtNAIK | µPmtBANYAK

α-predikat3 = min ( µPmtNAIK , µPmtBANYAK)

α-predikat3 = min (0.75; 0,4)

α-predikat3 = 0.4


lihat himpunan Produksi Barang Bertambah

(z-2000)/5000=0.4 -> z3= 4000

[R4]   IF permintaan TURUN And Persediaan SEDIKIT THEN Produksi Barang BERTAMBAH;

α-predikat4  = µPmtTURUN | µPmtSEDIKIT

α-predikat4  = min ( µPmtTURUN  , µPmtSEDIKIT )

α-predikat4  = min (0.75; 0,6)

α-predikat4  = 0.6


lihat himpunan Produksi Barang Bertambah

(z-2000)/5000=0.6 -> z4= 5000


Nilai Z dapat dicari dengan cara berikut:

z= αpred1 * z1 + αpred2 * z2 + αpred3 * z3 + αpred4 * z4/ (αpred1+ αpred2+ αpred3+ αpred4)

z= 0.25*5750 + 0.25*5750 + 0.4 *4000 + 0.6 * 5000 / (0.25+0.25+0.4+0.6) = 4983

 

Maka jumlah makanan kaleng jenis ABC yang harus diproduksi sebanyak 4983 kemasan.